Pembuatan Jalan Raya POS
dari Anyer sampai Panarukan
Pada
masa kolonialisme, kerja paksa atau disebut dengan istilah kerja rodi merupakan
salah satu bentuk eksploitasi Belanda terhadap sumber daya manusia di
Indonesia.
Oleh
Niken Aninsi 17 Desember 2021, 20:20 MUHAMMAD ZAENUDDIN|KATADATA
Ruas jalan
Cadas Pangeran yang menghubungkan Bandung dan Cirebon adalah bagian dari hasil
pembangunan Jalan Raya Pos yang dibangun oleh pekerja pribumi di bawah komando
Daendels pada masa kolonial Belanda.
Pada
masa kolonial Belanda, Indonesia banyak mengalami peristiwa penting yang
menjadi bagian dari sejarah masa lampau. Pada tahun 1809, Gubernur Hindia
Belanda, Marsekal Herman Willem Daendels membangun Jalan Raya Pos, atau jalan
yang membentang sepanjang seribu kilometer dari Anyer hingga Panarukan.
Pembangunan jalan raya tersebut digarap oleh pekerja pribumi yang disebut
sebagai pekerja paksa. Sistem kerja paksa dan perbudakan memang begitu lekat
pada masa penjajahan. Pada masa kolonialisme, kerja paksa atau disebut dengan
istilah kerja rodi merupakan salah satu bentuk eksploitasi Belanda terhadap
sumber daya manusia di Indonesia. Sistem ini diberlakukan di berbagai daerah.
Biasanya terjadi di area perkebunan, pertambangan, pelabuhan, dan objek vital
lainnya. Sejarah Kerja Rodi Kerja rodi mulanya muncul saat Louis Napoleon
memerintahkan Herman Willem Daendels menjadi gubernur jendral pada 1 Januari
1808, dimana tugas utama Daendels adalah mempertahakan pulau Jawa dari ancaman
Inggris. Daendels juga diberi tugas mengatur pemerintahan di Indonesia.
Advertisement Setelah itu Daendels pun menerima kekuasaan dari Gubernur
Jenderal Weise (tanggal 15 Januari 1808). Tugas untuk mempertahankan Pulau Jawa
membuat Daendels terbebani, karena Inggis telah menguasai daerah kekuasaan VOC
di Sumatra, Ambon, dan Banda. Pada saat Daendels menjabat sebagai gubernur
jendral, ia mengeluarkan langkah-langkah, antara lain: Meningkatkan jumlah
tentara dengan jalan mengambil dari berbagai suku bangsa di Indonesia.
Membangun pabrik senjata di Semarang dan Surabaya. Membangun pangkalan armada
di Anyer dan Ujung Kulon, membangun jalan raya sepanjang 1.100 km dari Anyer
hingga Panarukan, serta membangun benteng-benteng pertahanan.
Demi
mewujudkan langkah yang ingin ia capai tersebut, Daendels pun menerapkan sebuah
sistem kerja paksa (rodi). Selain menerapkan sistem kerja paksa atau kerja
rodi, Daendels juga terkadang melakukan berbagai usaha untuk mengumpulkan dana
dalam usaha menghadapi negara Inggris. Kebijakan yang dikeluarkan Daendels di
ataranya melakukan penyerahan hasil bumi dan rakyat dipaksa menjual hasil
buminya kepada pemerintah kolonial Belanda dengan harga yang sangat murah
(verplichte leverantie), yaitu mengeluarkan sebuah kewajiban yang dibebankan
kepada rakyat Priangan untuk menanam kopi (Preanger Stelsel). Menjual
tanah-tanah negara kepada pihak swasta asing seperti kepada Han Ti Ko seorang
pengusaha Cina. Tentunya kebijakan serta langkah yang dibuat oleh Daendels ini
sangat erat dengan tugasnya, yaitu untuk dapat mempertahankan Pulau Jawa dari
serangan pasukan negara Inggris. Kebijakan yang diberlakukan oleh Daendels
antara lain: Semua pegawai pemerintah menerima gaji tetap dan mereka dilarang
melakukan kegiatan perdagangan, melarang penyewaan desa, kecuali untuk
memproduksi gula, garam, dan sarang burung. Memberlakukan kerja rodi (sistem
kerja paksa) dan membangun pelabuhan, kapal perang, dan ketentaraan dengan
melatih orang-orang pribumi.
Tujuan
Kerja Rodi Membuat jalan raya sepanjang 1.100 km dari Anyer hingga Panarukan.
Membangun pelabuhan serta kapal perang untuk kebutuhan militer. Membangun
pangkalan tentara dengan melatih orang-orang pribumi. Kebijakan Kerja Rodi
Daendels Adapun kebijakan-kebijakan yang diterapkan dalam kerja rodi Daendels
antara lain: Para pegawai pemerintah mendapatkan gaji tetap, dan dilarang untuk
melakukan kegiatan perdagangan. Melarang penyewaan desa kecuali untuk
memproduksi gula, garam dan sarang burung. Melaksanakan pajak dengan
menyerahkan hasil bumi (contingenten). Menetapkan kewajiban menjual hasil bumi
kepada pemerintah dengan hasil yang telah ditetapkan. Melakukan penjualan tanah
rakyat kepada pihak swasta (asing). Mewajibkan rakyat Priangan untuk menanam
kopi (Prianger stelsel). Fakta Jalan Daendels (Jalan Raya Pos) Selain memiliki
cerita panjang dalam sejarah pembuatannya, Jalan Raya Pos ini juga memiliki
berbagai fakta menarik. Apa saja fakta-faktanya? Dibangun oleh Jenderal yang
Terkenal Bertangan Dingin Sejak awal kedatangannya di Anyer, Banten pada 14
Januari 1808, Daendles resmi memimpin Hindia Belanda. Selama menjadi orang
pertama di negeri jajahan ini, ia terkenal sebagai pemimpin yang kejam dan
bertangan dingin. Terinspirasi dari Imperium Romawi Jalan Raya Pos ternyata
merupakan inspirasi dari Imperium Romawi. Semasa kekuasaan Byzantine juga
membangun jalan pos dengan nama Curcus Publicus. Daendles mencontoh hal
tersebut dengan tujuan agar logistik dan mobilitas pasukan Hindia Belanda di
Pulau Jawa lancar dan Jawa tetap menjadi daerah kekuasaannya. Tujuan
Pembangunan Beragam Meskipun awalnya hanya untuk mempermudah mobilitas, namun
semakin lama Jalan Daendels ini memiliki banyak tujuan mulai dari komunikasi,
ekonomi, hingga militer. Dari segi komunikasi, jalan raya ini mempersingkat
waktu pengiriman pesan. Dari sisi ekonomi, jalan ini meringankan ongkos
pengangkutan sehingga kesempatan untuk ekspor semakin tinggi. Sedangkan dari
segi militer, Jalan Raya Pos mempermudah pasukan Belanda yang ada di sekitar
Pulau Jawa.
Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan
judul "Sejarah Kerja Rodi yang Digalakkan Daendels Zaman " , https://katadata.co.id/safrezi/berita/61bc67467935a/sejarah-kerja-rodi-yang-digalakkan-daendels-zaman
Penulis: Niken Aninsi Editor: Safrezi







Tidak ada komentar:
Posting Komentar